Bosan Berisik Lab Gelar Digital Audio Workshop untuk Penata Suara Muda Yogyakarta

Selain faktor perkembangan teknologi yang signifikan, prestasi film komunitas di Indonesia sendiri terbilang berkembang pesat, baik di ranah festival film nasional maupun internasional. Workshop ini dihadirkan untuk menjadi salah satu ruang yang memfasilitasi para pegiat film komunitas untuk transfer pengetahuan teknis penataan suara film.

Yogyakarta (22/8)—Minggu, 20 Agustus 2017 lalu, sejak pukul 9.00-21.00, Jogja Audio School diramaikan oleh para penata suara muda yang tinggal di sekitaran Yogyakarta. Mereka hadir untuk mengikuti “Digital Audio Workshop”, sebuah workshop yang digagas dalam kolaborasi antara Bosan Berisik Lab dan para pemateri yang bergelut di dunia tata suara.

Tata suara adalah salah satu elemen penting dalam film yang memiliki kekuatan setara dengan visual. Sayangnya, topik ini masih belum banyak dibicarakan di luar ruang-ruang produksi film itu sendiri. Selain itu, tidak banyak sumber pengetahuan berkenaan dengan tata suara film yang tersedia dan dapat diakses. Faktanya, seiring dengan perkembangan teknologi film, format suara film juga terus berkembang pesat demi tercapainya ilusi yang nyata bagi penontonnya. Diawali dengan teknologi dolby sebagai kompresi penghilang noise pada media film seluloid saat itu pada format suara mononya,  teknologi format suara terus berkembang menjadi  format suara stereo, hingga format suara surround system yang memiliki dimensi 160 derajat mengitari penonton.

Selain faktor perkembangan teknologi yang signifikan, prestasi film komunitas di Indonesia sendiri terbilang berkembang pesat, baik di ranah festival film nasional maupun internasional. Workshop ini dihadirkan untuk menjadi salah satu ruang yang memfasilitasi para pegiat film komunitas untuk transfer pengetahuan teknis penataan suara film.

Dipandu oleh Syamsul Barry, S.Sn, M.Hum, seniman dan dosen Fakultas Budaya dan Media ISBI, workshop ini diisi oleh dua pembicara yang juga merupakan praktisi dalam bidang tata suara. Iwan Darmawan, S.Sn, M.Sn yang berprofesi sebagai desainer tata suara dan dosen Fakultas Televisi dan Film IKJ mengisi sejumlah sesi dengan materi seputar surround sound dan alur kerja (workflow) penataan suara dalam film. Materi ini dilengkapi dengan pembicaraan tentang musik digital di sejumlah belahan dunia yang disajikan oleh Prof. Rene TA Lysloff, M.A, PhD, seniman tata suara dan profesor di University of California Riverside. Kedua pembicara ini aktif bergelut di dunia tata suara.

Workshop ini diikuti oleh 18 orang peserta. Mereka datang dari berbagai latar belakang, namun memiliki minat dan konsentrasi kerja yang serupa, yakni bidang tata suara. Selain menjadi ruang untuk transfer pengetahuan, workshop ini juga mempertemukan para penata suara muda di Yogyakarta; dan pertemuan ini membangun dukungan bagi masing-masing pihak untuk terus menekuni dunia tata suara, khususnya untuk film. Antusiasme yang besar dari para peserta terhadap pengetahuan dan pengalaman yang ditawarkan dalam workshop ini terlihat dari kesetiaan mereka mengikuti seluruh rangkaian acara sejak pagi hingga malam hari.

Workshop ini terselenggara dengan dukungan dari banyak pihak, yakni Chandracom, Persatuan Karyawan Film & Televisi Indonesia, Jogja Audio School, Neumann, Native Instruments, Senheisser, Solid State Logic, Steinberg, dan Antelope.

Dengan terlaksananya workshop ini, diharapkan para pembuat film komunitas mendapatkan bekal untuk memproduksi karya yang mampu seiring sejalan dengan perkembangan keilmuan dan teknologi suara film.