MOBIL BEKAS DAN KISAH-KISAH DALAM PUTARAN

Pada pertengahan Desember 2017, Bosan Berisik Lab memproduksi film Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran karya Ismail Basbeth sebagai realisasi dari program Picnic Cinema. Picnic Cinema sendiri digagas dalam upaya memberikan tawaran pada pembuat film untuk mencoba bentuk pembuatan film yang berbeda. Proses syuting yang dilaksanakan di Yogyakarta ini juga merupakan output kedua berupa film dari Bosan Berisik Lab yang dikerjakan oleh Ismail Basbeth. Sebelumnya ada Another Trip to the Moon yang dihasilkan dari program Creative Development Laboratory. Karena gagasan awalnya adalah bereksperimen, dalam prosesnya Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran memilih cara-cara yang inkonvensional, misalnya saja dengan memilih crowdfunding untuk memperoleh dana produksinya, cerita yang dibangun tanpa skrip dan juga pemainnya yang dibiarkan mengeksplorasi peran yang ia mainkan. Crowdfunding yang dibuka juga bukan hanya dalam bentuk uang, namun juga dalam bentuk jasa maupun alat.

Mobil Bekas dan Kisah-Kisah Dalam Putaran yang awalnya diangkat dari kegelisahan sang sutradara akan kondisi sosial maupun politik di Indonesia. Oleh karenanya film ini dibangun oleh beberapa sekuen yang menggambarkan Indonesia dan segala permasalahannya. Kemudian permasalahan yang ada dituturkan melalui para karakter. Mulai dari Cornelio Sunny yang memiliki ikatan spesial dengan mobilnya dan akhirnya membuatnya terlihat seperti memiliki kelainan kejiwaan, Karina Salim yang meluapkan kebenciannya pada pasangannya, Yan Widjaya. Kemudian tiga perempuan muda, Dea Ananda, Leilani Hermiasih, dan Shalfia Fala Pratika, yang membicarakan hal metafisik seperti hakikat tuhan dan bertemu Gandhi Fernando sebagai seorang fotografer di sebuah kedai milik Paul Agusta. Seorang mantan pelacur yang ingin memulai lagi kehidupannya namun kesialan malah menimpanya dan bertemu Rukman Rosadi, seorang nelayan yang malah menggenapi kesialannya. Lalu ada Sekar Sari yang mencari ayahnya  lantas bertemu Verdi Solaiman  yang menjadi hantu. Fragmen-fragmen tersebut kemudian disambung satu sama lainnya lewat mobil jip militer yang dinaiki oleh tiap tokoh.

Film ini untuk pertama kalinya diputar di Busan International Film Festival 2017 dalam program Kim Ji-Seok Award. Kemudian ikut serta juga dalam Tokyo International Film Festival 2017, Hong Kong Asian Film Festival 2017, dan Cambodia International Film Festival 2018. Sedangkan pemutaran pertamanya di Indonesia yaitu pada Jogja-Netpac Asian Film Festival 2017.

Partners

Project Teaser